KPU Lumajang dan Polres Lumajang Goes To Campus “Nobar Kejarlah Janji”
Home » Berita  »  KPU Lumajang dan Polres Lumajang Goes To Campus “Nobar Kejarlah Janji”
Pada hari Sabtu 28 Oktober kemarin bertepatan dengan hari sumpah pemuda KPU dan Polres Lumajang bekerjasama dengan IMM kabupaten Lumajang mengadakan kegiatan nonton bareng film "Kejarlah Janji" di aula gedung dakwah Muhammadiyah Lumajang. Acara nonton bareng ini dihadiri oleh 142 mahasiswa Kabupaten Lumajang, Film kejarlah Janji Menceritakan kisah serba-serbi pemilu di desa, Kejarlah Janji' membawa kita ke dunia pemilihan kepala desa di sebuah desa kecil. Dalam cerita ini, kita mengenal Janji Upaya, seorang lurah yang sedang memasuki pemilihan kepala desa lagi, Seiring berjalannya cerita, kita akan menyaksikan keterkaitan Janji dengan seorang ibu tunggal dan tiga anaknya yang tengah mencari jati diri, dalam edukasi politik dan kewarganegaraan sarat dengan pesan-pesan tentang pentingnya partisipasi dalam pemilihan dan kewarganegaraan yang baik. Film ini juga mempromosikan kesadaran politik dan mengajak generasi muda untuk tidak golput pada pemilihan berikutnya. Pilih pemimpin harus cari rekam jejaknya, memilih pakai nalar jangan sentimen, pemilu bukan untuk beradu  plolitik yang tidak sehat ialah  politik uang, penyebaran hoax dan bisa terbawa ke masyarakat sbagai pemuda boleh menjadi pendukung tapi tidak tidak boleh fantatisme Film ini KPU berkolaborasi dengan Asta Jaya Centra Cinema, Padi Padi Creative, dan Garin Workshop. Film " kejarlah janji" di bintangi oleh para pemain utama seperti Ibnu Jamil, Cut Mini, dan Shenina Cinnamon, memberikan penampilan akting yang ciamik. Dalam acara tersebut IPDA Supian Hadi anggota Polres Lumajang, mengatakan bahwa film Kejarlah Janji merupakan produk edukasi dari KPU yang disajikan kepada mahasiswa, yang bertujuan untuk mensukseskan giat pemilu 2024. Dia juga menambahkan agar para mahasiswa mampu memberikan masukan, dan pemahaman kepada saudara, keluarga, dan rekan-rekan supaya aktif dan turut andil dalam kegiatan pemilu. Selain IPDA Supian Hadi, acara tersebut juga dihadiri oleh ketua STIT Muhammadiyah Lumajang, dalam sambutannya, Eva Andriani berharap mahasiswa mampu mantapkan calon pemimpin yang akan dipilih, dan tida golput karena satu suara sangatlah berarti. Hasyim Asy'ari sebagai perwakilan KPU Lumajang, mengatakan bahwa jumlah pemilih pemula atau pemilih muda di Indonesia berjumlah lebih dari 20% dan menjadi ujung tombak pemilu. Dia juga menambahkan bahwa ada dua tolak ukur pemilu, yang pertama indeks partisipasi pemilu (IPP) yang merupakan tolak ukur dari segi kuantitas atau jumlah, target nasional pemilu adalah 77% dan Jatim 82%, dan berharap secara indeks partisipasi pemilu (IPP) kabupaten Lumajang lebih dari 82%, dan yang kedua yakni quality atau kualitas, tolak ukur ini masih sedikit susah karena banyak parameter yang secara kualitas, pemuda menjadi sandaran untuk menentukan kualitas pemilu, karena biasanya mengedepankan rasionalitas, dan tidak mudah termakan hoax. Harapan KPU kepada pemilih pemula sebagai pemilih yang rasional, dan benar-benar objektif, tidak termakan oleh black campign, tidak termakan oleh hoax. Ditulis oleh: Linda Nur Hayati Kamera:  Yfrin Nasri Qurrotul Aini

Tinggalkan Balasan