22 Mei 2025
Home »  2025 Mei 22

Bahaya Lisan

Lisan adalah anugerah sekaligus ujian bagi manusia. Dari sekian banyak anggota tubuh, lisan memiliki kekuatan luar biasa—bisa menyebarkan kebaikan atau menjerumuskan ke dalam kebinasaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan betapa pentingnya menjaga perkataan, karena setiap kata yang keluar dari mulut seseorang dapat menjadi cerminan hatinya. Dalam berbagai hadis, beliau mengingatkan bahwa ucapan yang tidak terjaga dapat membawa seseorang ke dalam neraka, sementara menjaga lisan adalah kunci keselamatan dan jaminan masuk surga. Betapa besar dampak dari sesuatu yang terlihat kecil—maka pantaslah jika lisan menjadi pusat perhatian dalam ajaran Islam.


Berkata yang baik atau Diam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ


“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata-kata yang baik atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia tidak menyakiti tetangganya [2]. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari no. 6475 dan Muslim no. 47. Lafadz hadits ini milik Bukhari.)


Penyebab kebanyakan manusia dimasukkan kedalam neraka,


Diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dalam sebuah hadits yang panjang, di akhir hadits disebutkan, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


أَلَا أُخْبِرُكَ بِمَلَاكِ ذَلِكَ كُلِّهِ


“Maukah Engkau aku kabarkan dengan sesuatu yang menjadi kunci itu semua?”

Aku menjawab, “Ya, wahai Nabi Allah.”

Lalu beliau memegang lisannya, dan bersabda,


كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا


“Tahanlah (lidah)-mu ini.”

Aku bertanya, “Wahai Nabi Allah, (apakah) sungguh kita akan diadzab disebabkan oleh perkataan yang kita ucapkan?”

Beliau menjawab,


ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ، وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ


“(Celakalah kamu), ibumu kehilanganmu wahai Mu’adz! [1] Tidaklah manusia itu disungkurkan ke dalam neraka di atas muka atau hidung mereka, melainkan karena hasil ucapan lisan mereka.” (HR. Tirmidzi no. 2616, dinilai shahih oleh Al-Albani)


Jika lisan ini lurus maka anggota badan yang lain akan lurus (baik)

Dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ: اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ، فَإِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنْ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا


“Bila manusia berada di waktu pagi, seluruh anggota badan tunduk kepada lisan lalu berkata, “Takutlah kepada Allah untuk kami, kami bergantung padamu. Bila Engkau lurus, kami pun lurus. Dan bila Engkau bengkok, kami pun bengkok.” (HR. Tirmidzi no. 2407, dinilai hasan oleh Al-Albani)


Jaminan bagi orang yang menjaga lisannya

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الجَنَّةَ


“Barangsiapa yang dapat menjamin bagiku sesuatu yang berada di antara jenggotnya (yaitu mulut, pen.) dan di antara kedua kakinya (yaitu kemaluan, pen.), maka aku akan menjamin baginya surga.”